“Human-in-the-loop” berarti manusia tetap terlibat pada satu atau beberapa tahap alur kerja AI. Sistem tidak dibiarkan bergerak sendiri dari masukan hingga tindakan akhir; seseorang menetapkan kriteria, memeriksa hasil, atau menyetujui langkah yang berisiko.
Pemeriksaan yang bermakna
Memeriksa bukan sekadar menekan tombol setuju. Peninjau perlu melihat sumber, batasan, dan bagian yang belum pasti, serta memiliki kewenangan untuk memperbaiki atau menghentikan proses. Jika informasi itu tidak terlihat, persetujuan mudah menjadi rutinitas tanpa pertimbangan.
Contoh dalam pekerjaan sehari-hari
AI dapat menyusun draf balasan untuk pelanggan. Pegawai memeriksa harga, kebijakan, dan detail akun sebelum mengirim. Dalam proses lain, AI merangkum lamaran, sementara petugas memeriksa bukti dan kriteria sebelum mengambil keputusan.
Tempatkan pemeriksaan sesuai risiko
Draf pribadi mungkin cukup diperiksa secara umum. Namun, pesan ke pelanggan, perubahan data, atau keputusan yang berdampak pada orang lain memerlukan verifikasi yang lebih jelas. Tentukan siapa penanggung jawabnya dan bagaimana hasil dapat dibatalkan atau dikoreksi.
Inti: Pemeriksaan yang baik menjelaskan siapa memeriksa apa, sebelum tahap mana, dan kewenangan mereka untuk menghentikan proses.
Penutup
Gunakan AI untuk pekerjaan yang bisa diperiksa, tampilkan bukti, dan libatkan manusia dalam keputusan penting. Dengan begitu, kecepatan AI tidak menghapus tanggung jawab manusia.